Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah preventif kepolisian untuk meminimalisir potensi gangguan keamanan di wilayah hukum Polsek Piyungan. Dalam kesempatan tersebut, personel kepolisian melakukan komunikasi dua arah dengan petugas keamanan (security) sekolah terkait pola pengamanan lingkungan.
Kapolsek Piyungan, AKP Wido Dwiono, menyatakan bahwa kehadiran Polri di lingkungan sekolah bertujuan untuk memberikan rasa aman sekaligus mempererat sinergitas antara kepolisian dan instansi pendidikan.
"Kami menginstruksikan anggota untuk terus melakukan patroli dialogis. Tujuannya jelas, yakni menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada petugas keamanan sekolah agar selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama pada jam-jam rawan," ujar AKP Wido Dwiono saat dikonfirmasi, Jumat.
Imbauan Kewaspadaan dan Koordinasi Cepat
Dalam dialog tersebut, petugas memberikan poin-poin penting terkait prosedur keamanan sekolah, di antaranya:
Peningkatan Kewaspadaan: Melakukan pengawasan ketat terhadap orang asing yang masuk ke lingkungan sekolah.
Patroli Area: Memastikan seluruh gerbang dan area vital sekolah terkunci dengan baik setelah jam operasional.
Respons Cepat: Segera menghubungi Polsek Piyungan apabila menemukan gerak-gerik mencurigakan atau potensi gangguan kriminalitas.
"Kami meminta rekan-rekan security untuk tidak ragu berkoordinasi. Deteksi dini sangat penting untuk mencegah terjadinya tindak pidana seperti curat, curas, maupun curanmor di lingkungan pendidikan," tambah AKP Wido.
Kegiatan patroli yang berlangsung pada Jumat pagi tersebut berjalan dengan lancar. Hingga berita ini diturunkan, situasi di wilayah MTs Negeri 7 Bantul dan sekitarnya terpantau dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Langkah jemput bola ini diharapkan dapat terus memelihara stabilitas kamtibmas di wilayah Kapanewon Piyungan secara berkelanjutan.
0 komentar Blogger 0 Facebook
Post a Comment