Operasi pencarian besar-besaran yang dilakukan Tim SAR Gabungan terhadap korban kecelakaan laut di Pantai Parangtritis, Bantul, akhirnya membuahkan hasil. 

Korban berinisial ARN (16), seorang pelajar asal Sewon, Bantul, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (20/4/2026) sore.




Jasad korban ditemukan terdampar cukup jauh dari titik awal dilaporkan hilang. Penemuan ini mengakhiri upaya pencarian intensif yang telah berlangsung sejak Minggu petang. Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengonfirmasi penemuan tersebut dalam keterangan resminya kepada awak media.

"Benar, korban atas nama ARN ditemukan oleh Tim SAR Gabungan pada pukul 16.35 WIB. Jasad korban terdampar di sekitar Pantai Lorong Cemoro, yang berjarak kurang lebih 3,7 kilometer ke arah barat dari lokasi kejadian perkara (TKP) awal," ujar Iptu Rita, Senin malam.

Kronologi Penemuan

Iptu Rita menjelaskan bahwa penemuan bermula saat tim gabungan yang terdiri dari Ditpolairud Polda DIY, Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah III, Satgas Linmas Jogo Segoro, serta unsur TNI/Polri melakukan penyisiran darat. Sejumlah saksi di lokasi, termasuk petugas Satpol PP dan anggota Ditpolairud, melihat sesosok jasad yang terdampar di bibir pantai.

Petugas segera mengevakuasi korban ke Pos SAR Satlinmas Parangtritis untuk proses identifikasi lebih lanjut oleh Tim Inafis Polres Bantul dan tim medis dari Puskesmas Kretek.

Hasil Pemeriksaan Medis: Murni Kecelakaan Laut

Berdasarkan pemeriksaan medis yang dipimpin oleh dr. Hanifah Khoirunisa dari Puskesmas Kretek, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar 24 jam sebelum ditemukan.

"Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kaku pada jari tangan dan kulit yang mulai keriput. Terdapat lebam di bagian wajah, bahu, serta punggung, serta luka di kepala bagian belakang yang diduga kuat akibat benturan benda tumpul saat korban terbawa arus kuat di laut," jelas Iptu Rita.

Unit Identifikasi Polres Bantul yang dipimpin Aiptu Wijanarko menegaskan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Kematian ARN dipastikan murni akibat kecelakaan laut (tenggelam).

Kilas Balik Kejadian: Berawal dari Belajar Selancar

Peristiwa nahas ini terjadi pada Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 17.30 WIB. Kejadian bermula saat ARN bersama rekannya, AHS (16), berniat belajar bermain selancar menggunakan satu papan secara bersamaan.

Tanpa disadari, keduanya terbawa arus kuat menuju area palung (rip current). Petugas SAR sebenarnya sempat menjangkau ARN di tengah laut dan mendekapnya, namun hantaman gelombang tinggi yang sangat kuat membuat pegangan petugas terlepas hingga korban hilang terseret arus. Sementara itu, rekan korban, AHS, berhasil diselamatkan.

Operasi SAR Resmi Ditutup

Pihak keluarga korban yang diwakili oleh Dukuh Pandes, Setyo Raharjo, menyatakan telah menerima kejadian ini sebagai musibah murni dan menolak untuk dilakukan autopsi. Jenazah korban dipulangkan ke rumah duka di Pandes, Panggung Harjo, Sewon, sekitar pukul 19.00 WIB.

"Dengan ditemukannya korban, maka operasi pencarian laka laut ini resmi dinyatakan berakhir dan ditutup melalui apel gabungan," tutup Iptu Rita.

Polres Bantul kembali mengeluarkan imbauan keras kepada para wisatawan untuk selalu waspada dan mematuhi rambu-rambu larangan berenang di kawasan pantai, terutama di titik-titik palung laut yang berbahaya demi keselamatan bersama.

0 komentar Blogger 0 Facebook

 
Bantul Terkini © 2013. All Rights Reserved. Shared by Download AE Templates Powered by Blogger
Top