Bantul - Jagat media sosial sempat dihebohkan dengan kabar dugaan aksi pengeroyokan dan kejahatan jalanan (klitih) yang menimpa seorang pemuda berinisial AWP (28) di kawasan Ringroad Manding, Bantul. Namun, setelah dilakukan penyelidikan mendalam oleh kepolisian, laporan tersebut dipastikan hoaks. Korban sebenarnya mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal.


Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menegaskan bahwa narasi pengeroyokan oleh rombongan delapan orang menggunakan empat sepeda motor tersebut hanyalah karangan korban belaka.

"Kami tegaskan, kejadian di Ringroad Manding itu bukan kasus kejahatan jalanan atau pengeroyokan, melainkan murni kecelakaan lalu lintas tunggal. Korban menabrak tiang lampu jalan," ujar Iptu Rita Hidayanto saat dikonfirmasi, Senin (18/5/2026).

Motif Karangan Cerita: Takut Ibu yang Sakit Kepikiran

Berdasarkan hasil pemeriksaan mendalam, polisi mengungkap alasan mencengangkan di balik kebohongan yang dibuat oleh warga Sabdodadi, Bantul tersebut. AWP sengaja mengarang cerita dramatis ditendang dan disabet senjata tajam karena alasan keluarga.

"Motif korban mengaku menjadi korban kejahatan jalanan adalah karena rasa takut. Korban tidak ingin ibunya yang saat ini sedang dalam kondisi sakit merasa syok atau khawatir jika mengetahui anaknya mengalami kecelakaan lalu lintas," ungkap Iptu Rita.

Alibi Korban Runtuh Setelah Dikonfrontasi Rekaman CCTV dan Saksi

Kasus ini bermula ketika AWP mengaku diadang dan dikeroyok oleh gerombolan motor pada Sabtu (16/5) sekira pukul 02.00 WIB di Jalan Tentara Pelajar (Ringroad Manding). Korban mengaku stang motor Honda Vario miliknya ditendang hingga jatuh, lalu disabet senjata tajam di bagian tangan dan kelopak mata.

Namun, alibi tersebut runtuh seketika saat Unit Reskrim melakukan olah TKP, memeriksa saksi-saksi di lokasi, dan menyisir rekaman CCTV milik warga sekitar.

Fakta di lapangan justru berbicara sebaliknya:

Kesaksian pemilik warung di sekitar TKP, Rispandi (28), melihat jelas dengan senter bahwa korban mengalami kecelakaan tunggal menabrak tiang lampu di sebelah barat warungnya pada pukul 02.17 WIB. Saat korban bangkit dan pergi, situasi jalanan sangat sepi dan tidak ada gerombolan motor sama sekali.

Warga setempat bernama Kamin, juga mendengar suara benturan keras sekitar pukul 02.00 WIB. Paginya, ia menemukan pecahan bodi motor, sandal, plat nomor kendaraan korban (AB 6926 BC), serta kap lampu jalan yang jatuh berserakan akibat ditabrak motor korban.

Korban Akhirnya Mengakui Kebohongannya

Setelah polisi mengonfrontasi AWP dengan kesaksian warga, rekaman CCTV, dan bukti fisik di lapangan, pemuda berusia 28 tahun itu akhirnya tidak bisa berkutik dan mengakui seluruh kebohongannya.

"Setelah dikonfrontasi dengan fakta-fakta penyelidikan, keterangan korban akhirnya berubah. Ia mengakui tidak ada kekerasan atau pengeroyokan yang dialaminya. Kejadian sebenarnya adalah ia kehilangan kendali dan menabrak tiang besi di Dusun Nogosari, Trirenggo," jelas Rita.

Pihak Polres Bantul mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah membuat narasi atau laporan palsu yang dapat memicu keresahan dan kegaduhan di tengah masyarakat, khususnya terkait isu stabilitas keamanan di wilayah Bantul.

0 komentar Blogger 0 Facebook

 
Bantul Terkini © 2013. All Rights Reserved. Shared by Download AE Templates Powered by Blogger
Top