BANTUL — Aktivitas kepolisian di Kabupaten Bantul dalam beberapa hari terakhir menunjukkan pola pendekatan keamanan modern berbasis human security atau keamanan manusia. Fokus aparat tidak lagi terbatas pada penegakan hukum semata, melainkan menyentuh aspek sosial, kesehatan lingkungan, pelayanan publik, hingga penguatan relasi emosional dengan masyarakat.
Langkah ini terlihat dari rangkaian kegiatan simultan yang dilakukan jajaran Polsek dan Bhabinkamtibmas di berbagai wilayah pada Kamis (21/5/2026) hingga Jumat (22/5/2026).
Di sektor keamanan, Polsek Banguntapan dan Polsek Srandakan memperkuat patroli malam pada titik rawan kriminalitas. Jalur Ring Road Selatan, Simpang Karang Turi, hingga Jalan Wonosari menjadi fokus pengawasan aparat guna menekan aksi kejahatan jalanan dan aktivitas remaja berisiko.Patroli dilakukan bukan hanya secara mobile, melainkan juga dialogis. Polisi berdiskusi langsung dengan pemuda dan warga guna membangun kesadaran kolektif menjaga keamanan lingkungan.
Langkah preventif ini dinilai penting mengingat wilayah perkotaan penyangga Yogyakarta memiliki mobilitas tinggi dan kerawanan sosial yang terus berkembang, terutama pada malam hingga dini hari.
Pendekatan humanis juga tampak melalui pengawalan bantuan sosial di Jambidan. Polisi memastikan distribusi bantuan pangan kepada 1.394 warga berjalan tepat sasaran dan bebas gangguan.
Sementara itu, revitalisasi Satkamling oleh Dirbinmas Polda DIY menjadi indikator penting penguatan keamanan berbasis komunitas. Di tengah meningkatnya tantangan sosial seperti kenakalan remaja, konsumsi miras, hingga klitih, aparat menilai keterlibatan masyarakat merupakan kunci utama pencegahan.Kombes Pol Bagya Kurnianto dalam dialog bersama warga menegaskan pentingnya pengawasan keluarga terhadap aktivitas remaja sebagai benteng awal pencegahan kriminalitas.
Aspek emosional hubungan polisi dan masyarakat turut terlihat saat aparat melayat ke rumah duka anggota keluarga relawan SAR serta mitra Pokdar Kamtibmas. Kehadiran aparat di ruang duka memberi pesan kuat bahwa Polri tidak hadir semata sebagai institusi keamanan, melainkan bagian dari kehidupan sosial masyarakat.Pendekatan seperti ini menjadi strategi penting membangun legitimasi sosial aparat di tengah masyarakat modern. Ketika polisi hadir dalam persoalan sehari-hari warga, rasa aman tidak hanya tercipta melalui patroli dan penindakan, melainkan melalui hubungan sosial yang hangat, responsif, dan saling percaya.
0 komentar Blogger 0 Facebook
Post a Comment