BANTUL – Kepedulian terhadap masa depan generasi muda terus ditunjukkan jajaran Kepolisian Resor Bantul melalui program preventif bertajuk “Gerakan Orang Tua Memanggil”. Program tersebut kini masif disosialisasikan oleh jajaran Bhabinkamtibmas di berbagai wilayah sebagai langkah konkret menekan kenakalan remaja, kriminalitas jalanan, hingga potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Melalui pendekatan humanis dan edukatif, personel kepolisian turun langsung menyambangi warga, sekolah, hingga pemerintah kalurahan guna membangun kesadaran bersama terkait pentingnya pengawasan anak, terutama pada malam hari.

Kegiatan berlangsung di sejumlah wilayah, di antaranya Kalurahan Baturetno dan Potorono Kapanewon Banguntapan serta Kalurahan Ringinharjo Kapanewon Bantul.

Di Kalurahan Baturetno, Bhabinkamtibmas Aiptu Irawan Adi S., S.H., melaksanakan sambang warga dan tokoh masyarakat sebagai bagian penguatan komunikasi antara Polri dan masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, ia mengajak para orang tua meningkatkan perhatian terhadap aktivitas putra-putri mereka, khususnya terkait pergaulan bebas serta aktivitas di luar rumah pada malam hari.

Menurutnya, keluarga menjadi benteng utama dalam membentuk karakter anak sekaligus mencegah munculnya perilaku menyimpang di kalangan remaja.

                    “Kami mengajak seluruh orang tua lebih peduli terhadap aktivitas anak-anaknya. Pengawasan dari keluarga sangat penting agar anak tidak terjerumus dalam kenakalan remaja maupun tindak kriminalitas jalanan,” ujar Aiptu Irawan.

Ia menambahkan, pengawasan secara humanis dari keluarga dapat menjadi langkah awal menciptakan lingkungan sosial lebih aman dan sehat bagi perkembangan generasi muda.

Selain menyampaikan pesan kamtibmas, kegiatan sambang juga dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi warga serta mempererat sinergitas antara masyarakat dan kepolisian.

Upaya serupa dilakukan Bhabinkamtibmas Kalurahan Potorono, Aipda Sugiyanto, melalui kegiatan sosialisasi dan penempelan poster “Gerakan Orang Tua Memanggil” di lingkungan Kalurahan Potorono dan SMP Negeri 5 Banguntapan.

Kegiatan tersebut melibatkan Jogoboyo beserta staf kalurahan, kepala sekolah, hingga tenaga pendidik sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keamanan lingkungan dan pembinaan terhadap generasi muda.

Dalam sosialisasi tersebut, pihak kepolisian mengajak guru, orang tua, dan masyarakat bersama-sama meningkatkan kepedulian terhadap aktivitas anak, baik di lingkungan sekolah maupun di luar jam pembelajaran.

Poster imbauan kamtibmas ditempel pada sejumlah titik strategis agar pesan edukasi dapat tersampaikan secara luas kepada masyarakat.

Program tersebut diharapkan mampu membangun budaya pengawasan kolektif terhadap anak-anak usia pelajar demi mencegah keterlibatan dalam aksi kenakalan remaja maupun tindak kriminal lainnya.

Sementara itu di Aula Kalurahan Ringinharjo, Bhabinkamtibmas Aiptu Andri Sudaryanto menggelar sosialisasi bersama staf kalurahan dan anggota Badan Musyawarah Kalurahan (Bamuskal).

Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya peran pemerintah kalurahan dan tokoh masyarakat sebagai mitra kepolisian dalam memberikan edukasi kepada warga terkait pengawasan anak dan remaja.

“Pengawasan keluarga menjadi kunci utama mencegah anak terlibat pergaulan negatif. Kami berharap aparatur kalurahan turut aktif menyampaikan edukasi kamtibmas hingga tingkat RT dan RW,” ungkap Aiptu Andri.

Kapolsek Bantul Kompol Rapiqoh, S.H., M.H., menegaskan bahwa penanganan kenakalan remaja membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, tidak hanya aparat kepolisian.

“Sinergi antara Polri, sekolah, pemerintah kalurahan, dan masyarakat menjadi langkah nyata menyelamatkan generasi muda dari perilaku negatif serta kejahatan jalanan,” tegasnya.

Menurutnya, apabila program tersebut dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan, situasi kamtibmas aman, nyaman, dan kondusif di wilayah Bantul akan semakin mudah diwujudkan.

Program “Gerakan Orang Tua Memanggil” menjadi simbol penguatan kepedulian sosial berbasis keluarga dalam menjaga masa depan generasi muda.

Melalui pendekatan preventif, humanis, dan kolaboratif tersebut, kepolisian berharap masyarakat tidak lagi bersikap pasif terhadap persoalan kenakalan remaja, melainkan ikut berperan aktif menjaga lingkungan mulai dari lingkup keluarga.

Berdasarkan pantauan di lapangan, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan mendapat respons positif dari masyarakat, pihak sekolah, maupun pemerintah kalurahan. Warga berharap program edukasi seperti ini terus digencarkan secara berkelanjutan demi menjaga marwah Yogyakarta sebagai kota pelajar yang aman, damai, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.


0 komentar Blogger 0 Facebook

 
Bantul Terkini © 2013. All Rights Reserved. Shared by Download AE Templates Powered by Blogger
Top