BANTUL — Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, denyut aktivitas masyarakat di Kabupaten Bantul meningkat tajam. Di tengah euforia malam takbiran, arus kendaraan, tradisi takbir keliling, hingga mobilitas ribuan warga menuju pusat ibadah dan keramaian, Polres Bantul memilih bergerak lebih awal. Sebanyak 884 personel diterjunkan untuk menjaga stabilitas keamanan, mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, sekaligus memastikan suasana Idul Adha berlangsung aman, tertib, dan penuh rasa kemanusiaan.

Tidak hanya fokus pada pengamanan jalanan, jajaran kepolisian di Bantul juga terlihat aktif hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan sosial, pelayanan kesehatan, edukasi pelajar, respons cepat laporan warga, penguatan ketahanan lingkungan, hingga distribusi hewan kurban ke masjid, pondok pesantren, dan rumah tahanan.

Langkah tersebut memperlihatkan pola pendekatan kepolisian modern berbasis pelayanan publik, preventif, humanis, serta kolaboratif lintas sektor.

Pengamanan Ketat Malam Takbiran dan Takbir Keliling

Kapolres Bantul AKBP Bayu Puji Hariyanto, S.H., S.I.K., M.H., pada Selasa (26/5/2026) menegaskan kesiapan penuh jajarannya dalam mengawal seluruh rangkaian perayaan Idul Adha 2026.

“Untuk pengamanan malam takbiran hingga rangkaian lomba takbir keliling Idul Adha, Polres Bantul menerjunkan sebanyak 884 personel. Mereka akan disebar di berbagai titik strategis dan pusat-pusat keramaian masyarakat,” kata AKBP Bayu.

Pengamanan dilakukan mulai malam takbiran hingga kegiatan masyarakat selesai berlangsung. Polisi juga menerapkan sejumlah regulasi ketat demi mencegah potensi gangguan keamanan maupun kecelakaan lalu lintas.

Kapolres mengimbau masyarakat lebih mengutamakan pelaksanaan takbir di masjid dan musala sekitar tempat tinggal.

“Kami mengimbau masyarakat untuk merayakan malam takbiran secara khusyuk di lingkungan masing-masing. Ini jauh lebih aman dan menjaga ketertiban,” ujarnya.

Namun apabila masyarakat tetap menggelar takbir keliling, polisi memberlakukan sejumlah ketentuan tegas, antara lain:


  • Kegiatan wajib selesai maksimal pukul 23.00 WIB.
  • Peserta dilarang melintas antar-kapanewon.
  • Takbir keliling dilarang memasuki jalan protokol, khususnya Jalan Jenderal Sudirman Bantul.
  • Kendaraan wajib tertib lalu lintas.
  • Dilarang menggunakan knalpot brong maupun kendaraan bak terbuka untuk mengangkut penumpang.
  • Peserta dilarang membawa senjata tajam, minuman keras, petasan, maupun kembang api.

Polres Bantul juga mewajibkan seluruh panitia atau pengurus kampung berkoordinasi dengan Polsek setempat sebelum pelaksanaan kegiatan.

Idul Adha dan Spirit Kepedulian Sosial

Momentum Idul Adha tahun ini juga dimanfaatkan Polres Bantul untuk memperkuat nilai solidaritas sosial. Pada Selasa (26/5/2026), Kapolres Bantul menyerahkan secara simbolis hewan kurban di Masjid Baitunnikmah Polres Bantul.

Total hewan kurban yang terkumpul mencapai 16 ekor, terdiri dari tiga sapi dan 13 kambing.


Hewan kurban tersebut berasal dari sumbangan Kapolres Bantul, Takmir Masjid Baitunnikmah, serta iuran personel Polres Bantul.

“Ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi bentuk kepedulian sosial dan syiar Islam agar manfaat kurban benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan,” ujar AKBP Bayu.

Distribusi hewan kurban menyasar masjid, pondok pesantren, hingga Rutan Kelas IIB Bantul di Pajangan. Proses penyembelihan dijadwalkan berlangsung Rabu (27/5/2026) pukul 08.00 WIB di halaman Masjid Baitunnikmah Polres Bantul.


Polisi Hadir di Tengah Persoalan Sosial Masyarakat

Pendekatan pelayanan publik berbasis respons cepat juga tampak dari sejumlah penanganan laporan warga melalui layanan Call Center Polri 110.

Pada Senin malam (25/5/2026), personel Polsek Sedayu dipimpin Panit Lantas Iptu Winardi bergerak cepat menuju Dusun Sundi Lor, Kalurahan Sedayu, usai menerima laporan masyarakat melalui layanan darurat 110.


“Kami siap merespons cepat setiap laporan masyarakat kapan pun dibutuhkan,” tegas Iptu Winardi.


Respons serupa juga dilakukan Polsek Banguntapan pada Minggu (24/5/2026), ketika petugas menerima laporan terkait pembakaran sampah yang menimbulkan asap tebal di wilayah Wonocatur.


Dipimpin Pawas Iptu Muh Asnawi, petugas langsung mendatangi lokasi, memberikan teguran, serta edukasi kepada warga terkait bahaya polusi udara dan pembakaran terbuka.

“Kami mengimbau masyarakat lebih bijak dalam mengelola sampah agar tidak mengganggu kesehatan dan kenyamanan lingkungan,” kata Asnawi.

Pada Senin dini hari (25/5/2026), Polsek Banguntapan kembali meningkatkan patroli skala besar di sejumlah jalur rawan seperti Jalan Wonosari, Jalan Ngipik Pleret, dan Ringroad Selatan guna mengantisipasi kejahatan jalanan maupun tawuran remaja.


Edukasi Pelajar dan Pencegahan Kenakalan Remaja

Di sektor pendidikan, Polsek Imogiri melalui Unit Reskrim menggelar sosialisasi kenakalan remaja kepada sekitar 220 siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Imogiri pada Senin (25/5/2026) pukul 07.30–09.00 WIB.

Materi disampaikan langsung AKP Sugeng Yadi dan Aiptu Sudiyono terkait dampak perilaku menyimpang, bahaya bullying, penyalahgunaan media sosial, hingga konsekuensi hukum tindakan kriminal.

Kegiatan tersebut menjadi bagian strategi preventif kepolisian dalam membangun kesadaran hukum sejak usia pelajar.

Penguatan Pelayanan Kesehatan dan Pencegahan Stunting


Komitmen kepolisian terhadap isu kesehatan masyarakat juga terlihat melalui keterlibatan aktif Bhabinkamtibmas Singosaren, Aiptu Sutopo, dalam kegiatan Focus Group Discussion dan program Pemberian Makanan Tambahan bagi ibu hamil serta balita di Pendopo Padukuhan Singosaren 3 pada Minggu (24/5/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Puskesmas Banguntapan 2 dr. Erni Rochmawati, Lurah Singosaren H. Joko Prayitno, pengurus PKK, serta unsur masyarakat.


“Kami mendukung penuh sinergi lintas elemen dalam upaya pencegahan stunting demi menciptakan generasi sehat dan berkualitas,” ujar Aiptu Sutopo.


Sementara di wilayah Imogiri, Kapolsek Imogiri Kompol Wahyu Elang Tribuana SH menghadiri Lokakarya Mini Lintas Sektoral pada Senin (25/5/2026) guna memperkuat koordinasi pelayanan kesehatan masyarakat bersama Dinas Kesehatan, Puskesmas, TNI, pemerintah kapanewon, hingga tokoh masyarakat.


Polisi dan Penguatan Kehidupan Sosial Keagamaan

Kehadiran aparat kepolisian juga tampak dalam kegiatan sosial keagamaan masyarakat. Pada Selasa (26/5/2026), Polsek Kretek menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al Mukhlisin di Jalan Lingkar Selatan Baros, Tirtohargo, Kretek.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua PD IPHI Kabupaten Bantul Drs. H. Ketut Santosa, unsur Forkopimkap, tokoh masyarakat, dan warga setempat.

Polisi menilai pembangunan masjid bukan hanya pembangunan fisik, melainkan penguatan ruang sosial, pendidikan moral, serta pembinaan masyarakat.


Polisi Jaga Aktivitas Harian Warga

Di Sewon, Bhabinkamtibmas Panggungharjo Aipda Mulyadi melakukan pengaturan lalu lintas di depan SD Negeri Sewon 1 pada Senin pagi (25/5/2026).

Kegiatan dilakukan untuk membantu keselamatan siswa saat jam sibuk sekolah.

“Kami hadir memastikan anak-anak dapat menyeberang dengan aman dan selamat,” ujar Aipda Mulyadi.

Pada waktu berbeda, Unit Samapta Polsek Sewon juga melaksanakan patroli dialogis di pusat perbelanjaan dan area parkir pada Minggu (24/5/2026), sekaligus memberikan edukasi kewaspadaan kepada juru parkir terhadap potensi pencurian kendaraan bermotor.


Forum Kependudukan dan Pelayanan Publik

Wakapolsek Piyungan AKP Jamingan SH turut menghadiri Forum Konsultasi Publik dan Sosialisasi Administrasi Kependudukan Tahun 2026 di Aula Kapanewon Piyungan pada Senin (25/5/2026).

Forum tersebut membahas pembaruan data kependudukan, peningkatan pelayanan publik berbasis digital, serta percepatan administrasi masyarakat.


Dua Kecelakaan Serius Jadi Pengingat Keselamatan Berkendara

Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Idul Adha, dua kecelakaan tunggal terjadi di wilayah Bantul.

Peristiwa pertama terjadi pada Senin (25/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB di Jalan Ahmad Yani Banguntapan. Seorang pelajar berinisial PRA (17) meninggal dunia usai sepeda motor Honda Tiger yang dikendarainya hilang kendali, menabrak pohon, lalu tercebur ke sawah.

Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto menjelaskan korban mengalami cedera kepala berat dan meninggal di lokasi kejadian.


Kasus kedua terjadi di Pajangan pada Minggu (24/5/2026) pukul 10.50 WIB. Sebuah bajaj yang mengangkut WNA Australia bernama SG (79) mengalami kecelakaan akibat diduga rem blong di turunan tajam kawasan Beji Wetan.

Pengemudi O (61) mengalami luka serius dan dirawat di RS UII, sementara penumpang mengalami luka ringan.


“Kendaraan tidak mampu dikendalikan saat melintasi turunan tajam dan menikung hingga akhirnya masuk ke perkebunan warga,” jelas Iptu Rita Hidayanto.

Dua insiden tersebut kini ditangani Unit Gakkum Satlantas Polres Bantul.

Dalam hal ini, pengamanan malam takbiran, edukasi pelajar, penguatan layanan kesehatan, patroli jalanan, penanganan aduan masyarakat, hingga distribusi hewan kurban, aparat kepolisian tidak hanya hadir sebagai penjaga keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari denyut kehidupan masyarakat sehari-hari.

0 komentar Blogger 0 Facebook

 
Bantul Terkini © 2013. All Rights Reserved. Shared by Download AE Templates Powered by Blogger
Top