Dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, aparat Polres Bantul menghadapi beragam dinamika lapangan. Mulai dari kecelakaan tunggal truk tronton di jalur ekstrem Piyungan-Wonosari, patroli skala besar antisipasi kejahatan jalanan, razia miras di kawasan pantai, hingga pengamanan aktivitas masyarakat pada sektor pendidikan, kesehatan, wisata, dan keagamaan.
Langkah masif tersebut menjadi bagian dari strategi preventif kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah sekaligus membangun kepercayaan publik melalui kehadiran aparat secara langsung di tengah masyarakat.
Truk Tronton Terguling di Tikungan Bokong Semar
Peristiwa paling menonjol terjadi di jalur rawan kecelakaan Tikungan “Bokong Semar”, Jalan Wonosari, Dusun Tambalan, Kalurahan Srimartani, Kapanewon Piyungan, Sabtu (23/5/2026) pagi sekitar pukul 07.30 WIB.
Sebuah Mitsubishi Tronton bernomor polisi B 9657 BEU yang melaju dari arah Gunungkidul menuju Yogyakarta terguling setelah diduga gagal mengendalikan kendaraan saat melintasi jalan menurun dan menikung tajam.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menjelaskan bahwa kendaraan sempat mengambil lajur kanan sebelum akhirnya kehilangan keseimbangan.
“Saat sopir bermaksud mengembalikan posisi kendaraan ke lajur kiri, truk menjadi tidak stabil, miring, lalu terguling ke sisi kanan jalan,” ujar Rita.
Pengemudi berinisial RS (61), warga Wonosobo, mengalami luka lecet dan memar di bagian punggung. Sementara kenek truk berinisial DI (50), warga Purworejo, mengalami patah tulang paha kiri dan langsung dievakuasi menuju RSI PDHI Kalasan.
Kerugian material akibat insiden tersebut diperkirakan mencapai Rp10 juta. Petugas Unit Lantas Polsek Piyungan segera melakukan olah tempat kejadian perkara, pengamanan kendaraan, serta pemeriksaan saksi di lokasi.
Jalur Bokong Semar selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan kendaraan berat akibat kombinasi turunan panjang dan tikungan tajam. Kepolisian kembali mengingatkan pengemudi angkutan berat agar memeriksa sistem pengereman sebelum melintasi jalur tersebut.
Patroli Skala Besar Tekan Kriminalitas Jalanan
Di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat malam akhir pekan, Polres Bantul menggelar patroli skala besar pada Minggu (24/5/2026) dini hari.Patroli dipimpin langsung Kapolres Bantul AKBP Bayu Puji Hariyanto, SH, SIK, MH dengan menyasar jalur sepi, titik rawan tawuran, kawasan balap liar, pusat keramaian, hingga area perbatasan.
“Patroli ini bertujuan sebagai deteksi dini untuk mencegah niat pelaku kejahatan melalui kehadiran fisik aparat di lapangan,” ujar AKBP Bayu.
Dalam operasi tersebut, aparat gabungan melakukan pengawasan intensif terhadap potensi aksi geng motor, tawuran remaja, begal, serta kriminalitas konvensional lain yang meresahkan masyarakat.
Kapolres juga memberikan perhatian khusus terhadap keterlibatan remaja dalam aksi jalanan. Ia mengimbau orang tua memastikan anak-anak sudah berada di rumah sebelum pukul 22.00 WIB.
“Jangan sampai anak-anak menjadi korban, atau justru terlibat menjadi pelaku kejahatan jalanan,” tegasnya.
Pernyataan tersebut sejalan dengan program preventif “Ibu Memanggil” yang sebelumnya disosialisasikan jajaran Polsek Sewon kepada masyarakat Timbulharjo sebagai pendekatan berbasis keluarga untuk menekan kenakalan remaja.
Razia Miras: 82 Botol Diamankan
Upaya menjaga kondusifitas wilayah juga diwujudkan melalui operasi pemberantasan minuman keras ilegal.Dalam operasi cipta kondisi Sabtu (23/5/2026) malam hingga Minggu dini hari, personel Polres Bantul dan Polsek Sanden berhasil menyita total 82 botol minuman keras dari sejumlah lokasi berbeda.
Di kawasan Pantai Samas, petugas memeriksa tiga tempat karaoke yakni Karaoke Ana, Karaoke Diva, dan Karaoke Lis. Dari lokasi tersebut diamankan tiga botol miras jenis Anggur Merah.
Sementara dalam operasi Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) di wilayah Imogiri, Sat Samapta Polres Bantul menyita 79 botol miras jenis AL ukuran 600 ml dari seorang pria berinisial S (41).
“Operasi ini dilakukan berdasarkan informasi masyarakat dan instruksi pemberantasan miras ilegal,” kata Iptu Rita Hidayanto.
Penindakan tersebut mengacu pada Perda Kabupaten Bantul Nomor 5 Tahun 2025 tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol.
Polisi Hadir dari Pantai hingga Posyandu Lansia
Tak hanya fokus pada penegakan hukum dan patroli kriminalitas, aparat kepolisian di Bantul juga terlihat aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.Di kawasan Pantai Baru Srandakan, personel Polsek melakukan patroli wisata sekaligus memberikan edukasi keselamatan kepada pengunjung agar tidak mandi di laut akibat tingginya ombak selatan.
Petugas juga mengingatkan orang tua untuk mengawasi anak-anak selama berada di area wisata.
Sementara di Padukuhan Bantulkarang, Kalurahan Ringinharjo, Bhabinkamtibmas Aipda Andri Sudaryanto melakukan monitoring Posyandu Lansia sambil memberikan edukasi kesehatan dan imbauan menjaga pola hidup sehat.“Melalui kegiatan ini diharapkan para lansia tetap sehat, aktif, dan merasa diperhatikan,” ujar Andri.
Edukasi Generasi Muda dan Sinergi Kampus
Perhatian kepolisian terhadap generasi muda tampak melalui sejumlah agenda pembinaan.Kapolsek Sewon AKP Sutrisno hadir langsung di kampus STIKes Akbidyo untuk memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas dan literasi digital kepada mahasiswa.
“Tertib berlalu lintas bukan sekadar menghindari tilang, tetapi bentuk kepedulian terhadap keselamatan,” katanya.
Di sisi lain, Polsek Bantul juga menghadiri prosesi kelulusan siswa SMA Negeri 1 Bantul dengan menyampaikan pesan antinarkoba dan antikenakalan remaja kepada para lulusan.
Pendekatan edukatif tersebut diperkuat melalui keterlibatan Polri dalam kegiatan akademik seperti Penganugerahan UMY Awards 2026 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Strategi Menjaga Kepercayaan Publik
Jajaran Polsek Kasihan melaksanakan patroli dialogis dengan menyambangi awak kamling di Dusun Kembaran, Kalurahan Tamantirto, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Jumat malam (22/5/2026).Kegiatan patroli tersebut dipimpin oleh Panit Samapta Polsek Kasihan, Iptu Sigit Budi.
Rangkaian patroli, operasi lapangan, pengamanan sosial, edukasi masyarakat, hingga respons cepat terhadap kecelakaan menunjukkan perubahan pendekatan kepolisian modern yang tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga pencegahan dan pelayanan publik.
Kehadiran polisi di jalanan, kampus, tempat ibadah, kawasan wisata, pos ronda, hingga pelayanan kesehatan masyarakat menjadi bagian dari strategi membangun rasa aman secara kolektif.
Di tengah tantangan kriminalitas jalanan, peredaran miras ilegal, dan meningkatnya mobilitas masyarakat akhir pekan, Polres Bantul mencoba menegaskan bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan hasil kolaborasi antara polisi dan masyarakat.
“Kamtibmas bukan tanggung jawab polisi semata, tetapi tanggung jawab kita bersama,” tegas AKBP Bayu Puji Hariyanto.
0 komentar Blogger 0 Facebook
Post a Comment