BANTUL — Aktivitas aparat kepolisian di Kabupaten Bantul sepanjang pekan terakhir tidak hanya berkutat pada penegakan hukum dan pengamanan wilayah. Dari area persawahan, jalanan perbukitan rawan kecelakaan, pos kamling warga, hingga pendopo santunan anak yatim, aparat Polri hadir langsung di tengah masyarakat membawa wajah pelayanan publik yang lebih humanis dan responsif.

Pada Jumat (22/5/2026), Kapolsek Bantul Kompol Rapiqoh S.H., M.H. bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kapanewon (Forkopimkap) Bantul turun langsung mengikuti panen perdana sayuran Bumkal Ringinharjo Daya Mandiri di area persawahan Padukuhan Gemahan, Kalurahan Ringinharjo, Kapanewon Bantul.

Di bawah terik siang, aparat kepolisian membaur bersama petani memetik hasil panen berupa gambas, terong, dan timun. Kehadiran aparat bukan sekadar simbolis, melainkan bentuk dukungan nyata terhadap penguatan ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

“Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi motivasi bagi masyarakat dalam mengembangkan potensi pertanian sekaligus meningkatkan perekonomian warga melalui program Bumkal mandiri dan produktif,” ujar Kompol Rapiqoh.

Menurutnya, komunikasi langsung bersama warga di area pertanian menjadi ruang efektif memperkuat kedekatan sosial antara aparat dan masyarakat. Pendekatan tersebut dinilai penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) secara berkelanjutan.

Di waktu hampir bersamaan, dinamika berbeda terjadi di jalur wisata Imogiri-Mangunan. Hujan deras menyebabkan sebuah truk Mitsubishi bernomor polisi H 9251 KE terguling di tanjakan Song Be Susong, Dusun Giriloyo, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Jumat siang sekitar pukul 11.45 WIB.

Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto menjelaskan, kendaraan yang dikemudikan mahasiswa berinisial MBM (21), warga Karangmojo, Gunungkidul, melaju dari arah Mangunan menuju Imogiri ketika kondisi jalan licin akibat hujan.

“Menjelang sampai di lokasi kejadian, truk mengalami selip ban, kemudian menghantam pembatas jalan hingga terperosok ke sisi utara jalan dengan posisi kendaraan terbalik,” jelas Rita.

Beruntung tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Pengemudi dilaporkan selamat tanpa luka, sementara kendaraan mengalami kerusakan pada lampu depan dan kaca samping.

Peristiwa tersebut kembali menegaskan tingginya risiko jalur perbukitan Bantul ketika cuaca buruk melanda. Kepolisian pun mengimbau pengguna jalan agar menurunkan kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur rawan kecelakaan.

Beberapa jam sebelumnya, kecelakaan tragis juga terjadi di Jalan Terong-Mangunan, tepatnya di Dusun Kebokuning, Desa Terong, Kecamatan Dlingo. Seorang pejalan kaki lansia berinisial S (64) meninggal dunia setelah tertabrak mobil Suzuki Futura AB-8571-WK pada Jumat pagi sekitar pukul 05.30 WIB.

Berdasarkan keterangan kepolisian, kendaraan yang dikemudikan SR (46), warga Muntuk, Dlingo, melaju dari arah utara ke selatan sebelum akhirnya menabrak korban yang berjalan searah di depannya.

“Karena jarak terlalu dekat dan pengemudi tidak dapat menghindar lagi, terjadilah kecelakaan lalu lintas tersebut,” kata Iptu Rita Hidayanto.

Korban mengalami cedera kepala berat dan sempat dilarikan ke Rumah Sakit Permata Husada sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Sementara pengemudi tidak mengalami luka.

Rangkaian kejadian kecelakaan dalam satu hari tersebut menjadi perhatian aparat kepolisian, khususnya terkait keselamatan pengguna jalan pada wilayah perbukitan dan jalur minim penerangan saat pagi hari.

Di sisi lain, pendekatan sosial terus diperkuat jajaran kepolisian sektor Bantul melalui kegiatan kemasyarakatan. Polsek Bantul bersama Bhayangkari Ranting Bantul menggelar santunan kepada 25 anak yatim di Pendopo Balai Kalurahan Bantul.

Suasana hangat terasa ketika anak-anak menerima santunan hasil sumbangan rutin anggota kepolisian. Kegiatan dilanjutkan doa bersama demi keselamatan personel Polri serta masyarakat Bantul.

“Setiap minggunya anggota menyisihkan sebagian rezeki untuk disumbangkan kepada anak-anak yatim piatu. Semoga membawa manfaat dan keberkahan,” ujar Kompol Rapiqoh.

Sementara itu, aktivitas preventif kepolisian terus berjalan melalui sambang kamling dan penguatan koordinasi keamanan lingkungan. Bhabinkamtibmas Kalurahan Trirenggo Aiptu Amat Riyadi S.H. melaksanakan sambang kamling di Padukuhan Sumberbatikan dengan menyampaikan imbauan kewaspadaan terhadap potensi pencurian, kenakalan remaja, serta tindak kriminalitas lingkungan.

Langkah serupa dilakukan Bhabinkamtibmas Kalurahan Timbulharjo Aipda Yoyok Hendratmoko S.H. saat menyambangi PT BFA di Jalan Parangtritis, Sewon. Dalam kegiatan tersebut, aparat kepolisian berkoordinasi bersama petugas keamanan perusahaan guna memperkuat pengawasan lingkungan kerja dan meningkatkan respons terhadap potensi gangguan keamanan.

Kapolsek Sewon AKP Sutrisno S.H., M.H. menegaskan bahwa sambang rutin merupakan bagian dari strategi preventif Polri dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah.

“Melalui koordinasi bersama Satpam maupun masyarakat, diharapkan tercipta sinergitas kuat dalam menjaga situasi aman dan kondusif,” ujarnya.

Di wilayah Sedayu, aparat Unit Lalu Lintas Polsek Sedayu turut melaksanakan pengamanan kegiatan pengaspalan Jalan Wates-Yogyakarta di sebelah timur Jembatan Bantar. Pengaturan arus lalu lintas dilakukan guna memastikan aktivitas perbaikan jalan tetap berjalan aman tanpa mengganggu mobilitas masyarakat.

Beragam peristiwa tersebut menggambarkan dinamika pelayanan kepolisian modern di Bantul. Aparat tidak hanya hadir saat penegakan hukum dibutuhkan, tetapi juga ketika masyarakat memerlukan pendampingan sosial, penguatan ekonomi desa, edukasi keselamatan, hingga pengamanan aktivitas sehari-hari.

Dari sawah hingga jalanan perbukitan, dari pos ronda hingga pendopo santunan, kehadiran polisi menjadi bagian penting dalam menjaga rasa aman sekaligus membangun kedekatan emosional bersama masyarakat.

0 komentar Blogger 0 Facebook

 
Bantul Terkini © 2013. All Rights Reserved. Shared by Download AE Templates Powered by Blogger
Top