Pemandangan tersebut terlihat di Pedukuhan Gandekan, Kalurahan Trirenggo, Kapanewon Bantul, Jumat (22/5/2026) malam. Tepat pukul 23.00 WIB, Bhabinkamtibmas Kalurahan Trirenggo Polsek Bantul, Aiptu Amat Riyadi, bersama Babinsa setempat melaksanakan patroli sambang warga hingga dini hari.
Patroli malam itu tidak sekadar memantau wilayah. Aparat mendatangi warga yang masih terjaga, berbincang santai, menyerap informasi lapangan, sekaligus menghidupkan kembali semangat ronda malam di lingkungan masyarakat.
“Kami mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengaktifkan kembali kegiatan ronda malam. Kepedulian antarwarga menjadi kunci utama mencegah gangguan kamtibmas,” ujar Aiptu Amat Riyadi.
Menurutnya, kejahatan lingkungan sering kali muncul akibat menurunnya kepedulian sosial antartetangga. Karena itu, pola komunikasi langsung dengan masyarakat dinilai jauh lebih efektif dalam mendeteksi potensi gangguan keamanan sejak dini.
Kapolsek Bantul Kompol Rapiqoh S.H., M.H. menegaskan bahwa patroli sambang malam merupakan agenda rutin jajaran kepolisian sebagai bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.
“Kegiatan sambang rutin kami lakukan untuk memperkuat sinergitas aparat dan warga. Dengan komunikasi yang baik, potensi kriminalitas dapat diantisipasi lebih awal sehingga wilayah tetap aman dan kondusif,” tegasnya.
Tidak hanya menyasar pemukiman warga, pendekatan preventif juga dilakukan kepolisian kepada kelompok pekerja lapangan. Di wilayah Kasihan, Bhabinkamtibmas Kalurahan Tirtonirmolo Polsek Kasihan, Aiptu Agus Haryanto, menyambangi juru parkir di kawasan Cafe Le Gareca, Jogonalan Lor, Jumat sore sekitar pukul 17.00 WIB.Dalam dialog tersebut, para juru parkir diajak ikut berperan aktif mengawasi kendaraan pengunjung, khususnya menjelang malam akhir pekan ketika aktivitas masyarakat meningkat.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk rekan-rekan juru parkir, untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif,” kata Agus Haryanto.
Selain imbauan keamanan kendaraan bermotor, aparat turut mensosialisasikan layanan darurat Polri 110 sebagai akses cepat masyarakat apabila menemukan gangguan keamanan.
Kapolsek Kasihan AKP Bhayu Wijatmoko menyebut patroli dialogis menjadi strategi preventif penting dalam mempersempit ruang gerak pelaku kriminalitas jalanan maupun pencurian kendaraan bermotor.
“Pendekatan langsung kepada masyarakat menjadi sarana efektif membangun kedekatan sekaligus menyerap informasi terkait dinamika keamanan wilayah,” jelas Bhayu.
Sementara itu, menjelang Hari Raya Idul Adha, aparat kepolisian juga mulai mengantisipasi potensi kerawanan pencurian hewan ternak. Bhabinkamtibmas Kalurahan Wukirsari, Bripka Chrismawan Adi Nugroho, menghadiri rapat persiapan kurban bersama warga di Dusun Sindet RT 02 dan Nogosari 1 RT 05, Imogiri.Dalam forum rembuk warga tersebut, aparat kepolisian mengingatkan pentingnya ronda malam, pengawasan kandang ternak, serta menjaga kerukunan sosial menjelang momentum hari raya.
“Melalui momen Iduladha ini, mari memperkuat gotong royong demi terciptanya situasi aman dan nyaman di wilayah Wukirsari,” ujar Chrismawan.
Kehadiran polisi di forum warga itu mendapat respons positif karena dianggap mampu memperkuat rasa aman sekaligus mempererat hubungan emosional antara aparat dan masyarakat.
Pada sisi lain, aparat gabungan juga diterjunkan untuk mengamankan event olahraga ekstrem Indonesia Downhill (IDH) di kawasan Karangtengah, Imogiri. Jalur balap sepeda gunung yang melintasi Bukit Hijau hingga Lapangan Mini Karangtengah menjadi fokus pengamanan aparat gabungan Polsek Imogiri, Polres Bantul, TNI, Satlinmas, dan relawan.Bhabinkamtibmas Karangtengah, Aiptu Wisnu Susanto, mengatakan pengamanan dilakukan guna memastikan keselamatan peserta maupun penonton selama kompetisi berlangsung.
“Kehadiran petugas bertujuan memberikan rasa aman bagi seluruh peserta dan masyarakat yang hadir menonton event,” ujarnya.
Selain pengamanan kegiatan masyarakat, Bantul juga tengah mempersiapkan penguatan fasilitas kepolisian jangka panjang. Wilayah Wukirsari, Imogiri, kini diproyeksikan menjadi lokasi pembangunan Markas Komando (Mako) Unit Polsatwa Polda DIY.Rencana tersebut mulai disosialisasikan melalui forum lintas sektor di Joglo Opak Singosaren sebelum dilanjutkan survei lapangan oleh tim gabungan Polda DIY bersama pemerintah kalurahan dan tokoh masyarakat.
Kabag Bagstrajemen Birorena Polda DIY AKBP Tri Novi bersama Kanit Unit Polsatwa Polda DIY Iptu Jaka turut meninjau langsung kesiapan fisik lahan di Singosaren RT 05.
Bhabinkamtibmas Wukirsari Bripka Chrismawan Adi Nugroho menjelaskan bahwa pembangunan fasilitas tersebut diproyeksikan untuk menunjang tugas pelayanan kepolisian secara lebih maksimal, termasuk operasional satwa K-9 dalam pengamanan wilayah.“Kegiatan ini menjadi bentuk sinergitas nyata antara kepolisian, pemerintah kalurahan, dan masyarakat untuk mendukung pelayanan publik yang lebih optimal,” jelas Chrismawan.
Di wilayah Piyungan, pendekatan humanis aparat terlihat melalui patroli dialogis Unit Samapta Polsek Piyungan di Dusun Payak, Kalurahan Srimulyo. Personel kepolisian berdialog langsung bersama warga, mengajak masyarakat menjaga kerukunan lingkungan dan segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan.
Selain patroli, Polsek Piyungan juga menggelar senam bersama lintas sektoral di Balai Kalurahan Srimulyo. Kegiatan tersebut menjadi ruang memperkuat soliditas antarlembaga sekaligus mempererat koordinasi lapangan.
“Kegiatan olahraga bersama bertujuan menjaga kebugaran sekaligus memperkuat sinergitas antarinstansi di wilayah Kapanewon Piyungan,” ujar Kapolsek Piyungan.Berbagai rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan pola pengamanan modern berbasis kedekatan sosial. Aparat kepolisian tidak hanya hadir saat penindakan dibutuhkan, tetapi juga aktif membangun komunikasi, mendengar keresahan warga, mengantisipasi kerawanan sosial, hingga memperkuat solidaritas masyarakat dari tingkat kampung.
Dari patroli tengah malam, sambang jukir, pengamanan event olahraga, hingga rembuk warga menjelang Iduladha, seluruh langkah tersebut menjadi gambaran bagaimana keamanan wilayah dibangun bukan semata lewat patroli bersenjata, melainkan melalui kepercayaan, komunikasi, dan kehadiran nyata aparat di tengah kehidupan masyarakat.
0 komentar Blogger 0 Facebook
Post a Comment